Dalam pelajaran matematika hanya ada 4 pengerjaan yaitu :
1. Penjumlahan/Tambah tambahan dengan lambang +
2. Pengurangan dengan lambang -
3. Perkalian dengan lambang x dan yang ke
4. Pembagian dengan lambang : atau / atau ...
Apapun materinya, tetap saja dalam pengerjaannya akan kembali pada 4 perkara itu, walaupun disadari juga, bahwa semakin kesana pasti semakin sulit.... wkwkwkwkwkwk
Ockey lah dari pada terlalu banyak bicara, sebaiknya langsung saja pada pokok materi yang guruKATRO beri judul “ATURAN DASAR OPERASI HITUNG CAMPURAN”
guruKATRO hanya akan memaparkan 4 Persyaratan Dasar Operasi Hitung yang harus hafal diluar kepala didalam kita mengerjakan suatu operasi hitung campuran matematika, dan contoh yang akan guruKATRO ikutkan, guruKATRO juga memilih bilangan (angka) yang kecil-kecil saja, dengan tujuan akan lebih mudah difahami :
4 Aturan Dasar Pengerjaan Hitung Matematika, sbb :
1. Bila dalam satu kalimat matematika terdapat operasi hitung penjumlahan dan pengurangan, maka yang dikerjakan terlebih dahulu adalah operasi hitung yang berada di depan, contoh :
==================================================
8 + 6 – 4 = >8+6 dikerjakan terlebih dahulu, baru kemudian hasilnya di kurangi 4,
jadi seperti ini :
14 – 4 = 10
selesai
==================================================
9 – 7 + 5 = > 9-7 dikerjakan terlebih dahulu, baru kemudian hasilnya ditambah 5,
jadi seperti ini :
2 + 5 = 7
selesai
==================================================
2. Bila dalam satu kalimat matematika terdapat operasi Perkalian dan pembagian, maka yang dikerjakan terlebih dahulu adalah operasi hitung yang berada di depan, contoh :
==================================================
10 x 5 : 2 = 10 x 5 dikerjakan terlebih dahulu, baru kemudian hasilnya dibagi 2,
jadi seperti ini :
50 : 2 = 25
selesai
==================================================
10 : 5 x 2 = >10:5 dikerjakan terlebih dahulu, baru kemudian hasilnya dikalikan 2,
jadi seperti ini :
2 x 2 = 4
selesai
==================================================
3. Apabila dalam satu kalimat matematika terdapat Operasi hitung Penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, maka yang dikerjakan terlebih dahulu adalah perkalian dan atau pembagian terlebih dahulu. Kalau perkalian dan atau pembagian sudah kita kerjakan, otomatis tinggal Penjumlahan dan atau pengurangan yang akan kita kerjakan, bila masih ada keduanya (penjumlahan dan pengurangan), maka selanjutnya kita ikuti aturan Nomor 1 diatas, contoh :
==================================================
5 + 6 x 7 - 8 : 4 = ... >6 x 7 dan 8 : 4 dikerjakan terlebih dahulu,
jadi seperti ini:
5 + 42 - 2 = ... >5 + 42 dikerjakan terlebih dahulu, baru kemudian dikurangi 2,
seperti ini
47 - 2 = 45
selesai
==================================================
4. Bila dalam satu kalimat matematika terdapat Operasi hitung yang berada dalam tanda kurung, maka yang dihitung terlebih dahulu adalah yang berada dalam tanda kurung, dan pengerjaan selanjutnya mengikuti Aturan pada Nomor 1, 2 dan 3, contoh :
==================================================
4 x (6 + 4) : 2 x (25 – 5) + 6 = >(6 + 4) dan (25 - 5) dikerjakan terlebih dahulu,
jadi seperti ini :
4 x 10 : 2 x 20 + 6 = >4 x 10 dikerjakan terlebihdahulu,
jadi seperti ini:
40 : 2 x 20 + 6 = >40 : 2 dikerjakan terlebih dahulu,
jadi seperti ini:
20 x 20 + 6 = >20 x 20 dikerjakan terlebih dahulu,
jadi seperti ini:
400 + 6 = 406
selesai.
==================================================
Demikian Posting tentang Aturan Dasar Pengerjaan Operasi Hitung Matematika kali ini, semoga bisa mendatangkan manfaat bagi kemajuan peserta didik kita, dan bila diantara rekan ada yang mempuyai pengalaman penjelasan yang lebih komprehensif, itulah yang sedang saya nantikan, sebagai masukan kepada saya agar kita semua bisa lebih cepat dalam pemberian penguasaan Matematika pada peserta didik kita, terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar